Showing posts with label jamu. Show all posts
Showing posts with label jamu. Show all posts

Tuesday, February 21, 2012

JAHE ( Zingiber Officinale ) Bagian I - Umum




1. SEJARAH SINGKAT

Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha), temu hitam
(Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia
galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.


2. Jenis Tanaman

Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu :

  1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
  2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
  3. Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. sama seperti jahe kecil, jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan
3. MANFAAT TANAMAN
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagaiminuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Sumber : Warintek

Monday, February 20, 2012

Sambiloto dan khasiatnya (Part I)

Sambiloto (Andrographis paniculata) dikenal di Indonesia dengan pada jamu jamu yang biasa dijual mbok jamu gendong :)


si pahit mujarab :roll:


Rasanya pahit sehingga banyak yang tobat buat merasakannya. Dan banyak dijual di toko toko jamu dalam bentuk daun dan batang yang kering.

Resep sederhana dari jamu Sambiloto biasanya hanya dengan menyeduh segenggam sambiloto kering dalam segelas air mendidih, insyaAllah sampean bakal merasakan pahit getirnya segelas jamu "Sambiloto", insyaAllah setelah itu badan terasa ringan dan demam demam dikit pun berkurang..tentunya dengan izin Allah.

Apa saja khasiat Sambiloto? secara indikatif ada beberapa khasiat.

  • Khasiat Analgesic: membunuh rasa sakit

  • Khasiat Anti-hyperglycaemic: menurunkan gula darah

  • Khasiat Anti-inflammatory: mengurangi pendarahan kapiler

  • Khasiat Antibacterial : melawan aktifitas bakteri, terutama diare

  • Antimalarial: mengatasi malaria

  • Antihepatotoxic: membantu hati(liver) dalam mengatasi racun seperti alkohol

  • Antipiretic: mengatasi demam akibat infeksi

  • Antithrombotic: mengatasi penggumpalan darah, baik untuk penderita jantung koroner

  • Antiviral: memperlambat pertumbuhan virus HIV

  • Antioxidant dan Cancerolytic: anti radikal bebas, baik untuk mencegah kanker dan membunuh sel sel kanker

  • Cardioprotective: melindungi otot otot jantung.

  • Choleretic: alters the properties and increases the flow of bile.

  • Depurative: membersihkan darah

  • Expectorant: khasiat ekspektorant, mengencerkan dahak di saluran pernafasan

  • Hepatoprotective: melindungi sel sel hati

  • Hypoglycemic: menurunkan gula darah, mencegah diabetes

  • Immune Enhancer: meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit menular

  • Thrombolytic: blood clot eliminator.

  • Vermicidal: membasmi cacing peyut :)


nah..mau coba :)..jamuu..jamuuuu... :D

Sabda Baginda Rasulullah SAW

"Semua penyakit ada obatnya, Allah menciptakan penyakit juga memberikan obatnya." (HR Bukhari-Muslim)

sumber : Silvervaio

Temulawak, Andalan Mbok Jamu




Temulawak biasa dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza ROXB adalah salah satu tanaman berbentuk rimpang yang merupakan tanaman yang berasal asli dari indonesia terutama pulau Jawa.

Rizoma dari tanaman ini mengandung minyak atsiri (ethereal oil) dan Curcumin yang berguna dalam pengobatan Liver dan Hepatitis.

Saya ingat almarhum ibu saya yang menghidupi saya dengan berjualan Jamu gendong, sering saya turut membantu mengolah temulawak ini sebagai salah satu komponen utama Jamu Gendong yang dijual ibu saya.


Biasanya Temulawak ini dibeli dipasar-pasar tradisional, ada yang secara onggokan langsung dari petani maupun kiloan dari pedagang eceran.


Kemudian temulawak ini diracik terlebih dahulu bersama dengan Temu Giring, Kuci dan Kencur dengan formula tertentu. Ramuan ini kemudian dibersihkan dengan dicuci memakai air bersih lalu di blender dengan air matang, setelah itu disaring dan dikemas dalam botol-botol yang siap dipasarkan.


MANFAAT TANAMAN

Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.

SYARAT PERTUMBUHAN : Iklim
  1. Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati. Namun demikian temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di
  2. tempat yang terik seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah beriklim tropis.
  3. Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30 derjad
  4. Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000 mm/tahun
Media Tanam
Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir maupun tanah-tanah berat yang berliat. Namun demikian untuk memproduksi rimpang yang optimal diperlukan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik. Dengan demikian pemupukan anorganik dan organik diperlukan untuk memberi unsur hara yang cukup dan menjaga struktur tanah agar tetap gembur. Tanah yang mengandung bahan organik diperlukan untuk menjaga agar tanah tidak mudah tergenang air

Ketinggian Tempat
Temulawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-1.000 m/dpl dengan ketinggian tempat optimum adalah 750 m/dpl. Kandungan pati tertinggi di dalam rimpang diperoleh pada tanaman yang ditanam pada ketinggian 240 m/dpl. Temulawak yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan rimpang yang hanya mengandung sedikit minyak atsiri. Tanaman ini lebih cocok dikembangkan di dataran sedang.

PEDOMAN BUDIDAYA TEMULAWAK

Pembibitan
Perbanyakan tanaman temulawak dilakukan menggunakan rimpangrimpangnya baik berupa rimpang induk (rimpang utama) maupun rimpang anakan (rimpang cabang). Keperluan rimpang induk adalah 1.500-2.000 kg/ha dan rimpang cabang sebanyak 500-700 kg/ha.

1)Persyaratan Bibit
Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 -12 bulan.
2) Penyiapan Bibit
Tanaman induk dibongkar dan bersihkan akar dan tanah yang menempel pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak
Bibit rimpang induk : Rimpang induk dibelah menjadi empat bagian yang mengandung 2-3 mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut. Setelah itu rimpang dapat langsung ditanam.
Bibit rimpang anak
Simpan rimpang anak yang baru diambil di tempat lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai keluar tunas baru. Penyiapan bibit dapat pula dilakukan dengan menimbun rimpang di dalam tanah pada tempat teduh, meyiraminya dengan air bersih setiap pagi/sore hari sampai keluar tunas. Rimpang yang telah bertunas segera dipotong-potong menjadi potongan yang memiliki 2-3 mata tunas yang siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang induk lebih baik daripada rimpang anakan. Sebaiknya bibit disiapkan sesaat sebelum tanam agar mutu bibit tidak berkurang akibat penyimpanan

Pengolahan Media Tanam
  1. Persiapan Lahan, Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun temulawak sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.
  2. Pembukaan Lahan, Lahan dibersihkan dari tanaman-tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Lahan dicangkul sedalam 30 cm sampai tanah menjadi gembur.
  3. Pembentukan Bedengan, Lahan dibuat bedengan selebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain dalam bentuk bedengan, lahan dapat juga dibentuk menjadi petakan-petakan agak luas yang dikelilingi parit pemasukkan dan pembuangan air, khususnya jika temulawak akan ditanam di musim hujan.
  4. Pemupukan Organik (sebelum tanam), Pupuk kandang matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Keperluan pupuk kandang untuk satu hektar kebun adalah 20-25 ton karena pada satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman